Surabaya – Kapolrestabes Surabaya telah menggelar kegiatan konferensi pers di akhir tahun 2025 di gedung bhara daksa, Rabu (31/12/2025). Acara yang dihadiri oleh pejabat utama, dan awak media ini menjadi ajang untuk menyampaikan capaian kerja sepanjang tahun serta arahan kebijakan keamanan dan ketertiban masyarakat kamtibmas.
Dalam sambutannya, Kapolrestabes Surabaya Kombes pol Dr.lutfie Sulistiawan, S.I.K., M.H. M.SI. yang dampingi kasat Reskrim, AKB Dr. Edy Herwiyanto, S.H., M.H., M.KN., berserta kasat lantas, AKB, Galih Bayu Raditya, S.I.K., M.M., Kasihumas AKP Rina shanty Dewi Nainggolan, S.H. acara tersebut mengemukakan berbagai pencapaian signifikan,
antara lain penurunan angka kejahatan kategori berat, peningkatan keberhasilan penyelesaian kasus, serta kelancaran pelaksanaan berbagai kegiatan besar yang digelar di Kota Surabaya sepanjang tahun. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan menjaga keamanan agar Surabaya tetap menjadi kota yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.
Curanmor masih Menjadi kejahatan paling menonjol sepanjang tahun 2025, polrestabes surabaya masih mencatat 600 kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) atau meningkat sekitar 10% dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut polisi berhasil mengamankan kasus dengan menetap 472 orang pelaku tersangka,termasuk sejumlah pelaku residivis
“Di awal tahun 2026 nanti, kendaraan hasil sitaan akan kami gelar secara terbuka.masyarakat bisa mengambil kendaraannya dengan membawa dokumen kepemilikan resmi dan tidak dipungut biaya, ujarnya.
pengungkapan narkoba mencapai ratusan kasus dibidang narkotika, polrestabes surabaya sepanjang 2025 berhasil mengungkap 724 kasus narkoba dengan total 940 tersangka.barang bukti yang diamankan antara lain Sabu seberat 93.9 kilogram,41.124 butir ekstasi, ganja seberat 7,7 kilogram, serta ratusan ribu pil daftar G dan psikotropika.
“Kapolres Surabaya menyebut peningkatan angka pengungkapan tidak lepas dari intensitas penindakan jajaran satresnarkoba.”memang angka narkoba terlihat meningkat ,tetapi itu juga menunjukkan bahwa upaya penindakan kita berjalan aktif, jelasnya.
ia menegaskan,terhadap pengguna dengan barang bukti kecil, kepolisian tetap mengedepankan pendekatan kemanusiaan untuk penggunaan dan barang bukti tertentu.
“Kami lakukan assessment karena meraka adalah korban penjara bukan satu-satunya solusi yang terpenting adalah bagaimana mereka bisa keluar dari ketergantungan narkoba,”tegasnya Kombes pol Luthfie,
Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan bagi awak media untuk menggali informasi lebih lanjut terkait program kerja Polrestabes Surabaya mendatang.









Komentar