Diduga Tebang Pilih, Pembagian Bingkisan Lebaran untuk Media di Polres Pelabuhan Tanjung Perak Picu Kekecewaan

Surabaya – Pembagian bingkisan Lebaran bagi rekan media di lingkungan Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya diduga dilakukan secara tebang pilih dan memicu kekecewaan sejumlah awak media. Hal ini mencuat setelah beberapa jurnalis yang selama ini aktif meliput kegiatan kepolisian mengaku tidak menerima bingkisan tersebut.

Menurut keterangan Suroto, pembagian bingkisan Lebaran diprioritaskan kepada anggota Pokja media yang aktif mengikuti kegiatan rilis maupun agenda lainnya di lingkungan Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Namun fakta di lapangan menunjukkan adanya sejumlah awak media yang justru mendapatkan bingkisan Lebaran meskipun dinilai tidak pernah aktif mengikuti kegiatan rilis ataupun agenda lainnya di Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Kondisi ini menimbulkan kekecewaan di kalangan jurnalis yang merasa selama ini turut berkontribusi dalam publikasi kegiatan kepolisian.

Di tempat terpisah, salah satu rekan media berinisial F mengaku sangat kecewa dengan kebijakan tersebut. Ia menyampaikan bahwa dirinya telah lama menyerahkan surat tugas untuk peliputan di Polres Pelabuhan Tanjung Perak, namun hingga saat ini belum juga dimasukkan ke dalam grup media.

“Saya sudah lama menaruh surat tugas, tapi sampai sekarang juga belum dimasukkan ke grup. Saya sangat kecewa dengan kondisi ini. Padahal banyak rekan media yang tidak aktif dan tidak pernah hadir saat rilis, tetapi tetap diberikan parcel Lebaran tersebut,” ujarnya.

F juga menambahkan bahwa bahkan ada beberapa penerima bingkisan yang berasal dari luar Kota Surabaya. “Bahkan ada yang dari luar Surabaya juga mendapatkan. Rekan dari Sidoarjo dan Gresik pun dapat. Lalu apa bedanya saya dengan yang lain?” ungkapnya.

Sejumlah awak media berharap agar ke depan pembagian bingkisan Lebaran maupun bentuk apresiasi lainnya dari pihak Polri, khususnya Polres Pelabuhan Tanjung Perak, dapat dilakukan secara lebih transparan, adil, dan tidak menimbulkan kesan diskriminatif di antara insan pers yang menjalankan tugas jurnalistik di wilayah tersebut.

Komentar