Ribuan Pemudik Dilepas dari Surabaya, Pengamanan Ketat Sejak Subuh Jadi Sorotan

Surabaya – Suasana haru dan penuh harapan menyelimuti kawasan Frontage A. Yani, Kamis (19/3/2026). Ribuan warga bersiap meninggalkan kota, bukan sekadar pulang kampung, tetapi membawa rindu yang telah lama tertahan.

Program Mudik Gratis Jawa Timur 2026 yang digelar oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur ini langsung diserbu masyarakat. Namun di balik kemeriahan itu, ada pengamanan ketat yang sudah dimulai bahkan sebelum fajar benar-benar menyingsing.

Sejak pukul 05.30 WIB, jajaran Satlantas Polrestabes Surabaya telah bersiaga. Dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Galih Bayu Raditya, seluruh personel memastikan setiap tahapan berjalan tanpa celah.

Tak hanya mengatur arus keberangkatan, pengamanan diawali dengan pemeriksaan kesehatan para awak bus langkah yang kerap luput dari perhatian, namun krusial dalam menjamin keselamatan perjalanan jauh.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Tercatat sekitar 4.040 pemudik diberangkatkan menggunakan 101 armada bus ke berbagai daerah di Jawa Timur,” ungkap Galih.

Pelepasan rombongan semakin semarak dengan kehadiran Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Ia tak hanya melepas keberangkatan, tetapi juga menyapa langsung para pemudik, menyuntikkan semangat agar perjalanan mereka aman hingga tiba di kampung halaman.

Namun yang paling menyita perhatian adalah proses ramp check ketat terhadap seluruh armada. Mulai dari kondisi ban, sistem pengereman, lampu, hingga alat keselamatan seperti APAR dan palu pemecah kaca—semuanya diperiksa tanpa kompromi.

Langkah ini bukan sekadar prosedur, tetapi bentuk keseriusan dalam menekan risiko kecelakaan di tengah tingginya mobilitas jelang hari raya.

Di tengah hiruk pikuk keberangkatan, suara masyarakat pun tak kalah penting. Samijan, salah satu pemudik tujuan Ponorogo, mengaku lega.

“Dengan adanya pengecekan seperti ini, kami jadi lebih tenang. Perjalanan terasa lebih aman,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap aman dan kondusif. Kehadiran aparat tak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga menghadirkan rasa nyaman yang nyata bagi para pemudik.

Momentum ini menjadi gambaran kuat sinergi antara pemerintah dan kepolisian—bahwa di balik perjalanan panjang menuju kampung halaman, ada sistem yang bekerja keras memastikan setiap orang tiba dengan selamat.

Komentar